AMBON, MARINYO.COM- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru dari calon gubernur (Cagub) potensial di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 2024 mendatang.
Dari hasil survei yang dilakukan dari tanggal 13 Juni sampai dengan 1 Juli 2023 disampaikan bahwa Jefrry Apoly Rahawarin (JAR) berpotensi unggul dari sang petahana Gubernur Murad Ismail (MI).
Dalam paparannya Direktur LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengungkapkan alasan mengapa JAR bisa lebih unggul dari MI.
Dikatakan, dalam surveinya mayoritas responden menginginkan perubahan dan pergantian kepemimpinan.
“Mereka ingin perubahan dan pergantian kepemimpinan,” ujar Adjie di Santika Hotel, Jumat (25/8/2023).
Masih kata Adjie, kurang lebih 15 bulan menjelang Pilkada Gubernur Maluku 2024, elektabilitas MI telah dilampaui oleh penantang baru JAR. Bahkan elektabilitas JAR melampaui dua incumbent petahana sekaligus yakni petahana Gubernur MI dan petahana Wakil Gubernur, Barnabas Nathaniel Orno (BNO).
Dimana, di survey LSI Denny JA pada Juli 2023, elektabilitas JAR mencapai 18,7 %, disusul MI sebesar 18,4 %, BNO sebesar 8,9 %. Hanya JAR dan MI yang elektabilitasnya diatas 15% dan jarak elektabilitasnya jauh dibandingkan dengan nama-nama Cagub lainnya.
Demikian isu penting pertama dari temuan survei LSI Denny JA pada Juli 2023. LSI Denny JA melakukan survei tatap muka dengan menggunakan 800 responden. Margin of error survei ini sebesar 3,5%. Survei dilaksanakan pada tanggal 13 Juni sampai dengan 1 Juli 2023.
Dengan data per Juli 2023 ini, pertarungan Pilkada Maluku per hari ini hanyalah pertarungan head to head dua tokoh yakni JAR VS MI. Pertarungan antar petahana dan new comer. Angka elektabilitas dua tokoh ini hanya berbeda dalam margin of error survei.
Secara teori dan pengalaman, kata Adjie, JAR lebih diuntungkan dengam statusnya sebagai penantang. Sebaliknya, sebagai petahana MI dalam posisi yang lebih sulit. MI seharusnya memiliki elektabilitas yang lebih tinggi. Namun, 15 bulan jelang Pilkada, elektabilitas MI kalah dari JAR sebagai penantang, mengindikasikan bahwa publik Maluku tak menginginkan kepemimpinan saat ini berlanjut.
Dikatakan, dari 18 nama yang diuji dalam survei, ada 16 nama yang bisa dikategorikan sebagai penantang. Namun dari 16 nama itu, selain JAR tidak ada Cagub yang signifikan secara elektabilitas.
“Tokoh-tokoh tersebut rata-rata dibawah 10 persen. Meskipun sejumlah nama tersebut adalah kepala daerah dan mantan kepala daerah di Maluku, namun elektabilitasnya tidak signifikan,” jelas Adjie. (DAS)











Komentar