AMBON, MARINYO.COM- Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Christian Tukloy, menegaskan bahwa pemerintah kota kini tengah mempercepat pengembangan pariwisata melalui pendekatan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Melalui Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA), Ambon menetapkan tiga KSP berbasis daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan.
KSP pertama berada di kawasan Leitimur Selatan yang mencakup tujuh negeri unggulan: Hutumuri, Rutong, Hukurila, Leahari, Ema, Kilang, dan Naku. Dari kawasan ini, Rutong telah berkembang pesat sebagai Desa Wisata, sementara negeri lainnya terus berbenah, termasuk pengembangan DTW Air Majapahit di Desa Ema serta Sanggar Kakoya Tahuri Hutumuri.
KSP kedua mencakup wilayah Nusaniwe yang juga memiliki tujuh lokasi unggulan, antara lain Negeri Amahusu, Latuhalat, Seilale, Urimessing (Kusu-Kusu), hingga Kelurahan Kudamati. Pada kawasan ini, pemerintah akan melakukan penataan berbagai destinasi favorit seperti Paralayang Nusaniwe, Pintu Kota, Latuhalat, dan Amahusu.
Sementara itu, KSP ketiga berada di wilayah Sirimau dengan enam lokasi prioritas, yakni Negeri Soya, Honipopu, Karpan, Ahusen, Uritetu, dan Pandan Kasturi. Kawasan ini diproyeksikan untuk penguatan atraksi wisata sebagai daya tarik utama.
Menurut Tukloy, penataan masing-masing kawasan dilakukan sesuai karakteristik destinasi sehingga mampu menciptakan pengalaman wisata yang terintegrasi sekaligus meningkatkan arus kunjungan. “Sasaran utama dari pengembangan pariwisata terintegrasi ini adalah meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Ambon,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Ambon juga terus memperluas promosi wisata alam, budaya, dan atraksi melalui partisipasi dalam berbagai event nasional.
Pada ajang Anugerah Pesona Indonesia, Ambon berhasil meraih Juara 2 kategori Minuman Tradisional melalui jus Tomi-Tomi asal Rutong serta Juara 3 kategori Wisata Olahraga dan Petualangan melalui atraksi paralayang Nusaniwe. Selain itu, penguatan wisata budaya dilakukan melalui Warisan Budaya Tak Benda “Papalele”.
Tidak hanya itu, atraksi wisata juga diperkuat melalui gelaran Amboina International Music Festival dan Santa Claus Festival yang digelar pada akhir Oktober hingga awal Desember lalu. Sejumlah event ini dinilai efektif mendorong kenaikan kunjungan wisata ke Ambon.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Ambon menargetkan diri menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan timur Indonesia melalui pariwisata yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan. (***)











Komentar