AMBON, MARINYO.COM – Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) memastikan hewan kurban yang disalurkan kepada Yayasan Masjid Raya Al-Fatah Ambon telah memenuhi standar kesehatan dan sesuai dengan kaidah ajaran Islam.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. Ricardo Rikumahu, usai penyerahan hewan kurban sapi di pelataran Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rikumahu, proses penyaluran hewan kurban dilakukan secara hati-hati agar benar-benar layak diterima umat Muslim serta tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Satu tempat yang memang sudah dipastikan oleh pemerintah aman dan memenuhi standar-standar higienis, sehingga dari aspek itu kita tidak pernah meragukan bahwa apa yang kita sumbangkan ini suatu waktu bisa bermasalah,” ujar Rikumahu didampingi Ketua PHBG Benhur Watubun dan pengurus Masjid Al-Fatah.
Ia menjelaskan, pemberian hewan kurban bukan hanya dilihat dari kondisi kesehatan hewan, tetapi juga harus menghormati nilai-nilai teologi dan aturan dalam ajaran Islam.
“Bukan sekadar soal sehat atau tidak sehat, tetapi ada pemikiran-pemikiran teologi Islam yang juga harus kita hargai. Ada kaidah-kaidah dan ajaran-ajaran yang harus ditaati, supaya niat baik memberikan saja tidak cukup, tetapi harus disertai dengan cara-cara yang tepat,” katanya.
Rikumahu menyebutkan, selama beberapa tahun terakhir GPM secara rutin menyerahkan sapi kurban kepada Yayasan Al-Fatah melalui mekanisme yang ketat dan terukur.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim sekaligus menjaga nilai persaudaraan antarumat beragama di Maluku.
“Kita betul-betul hati-hati supaya tidak menimbulkan persoalan, bukan saja bagi saudara-saudara kita yang Islam, tetapi juga bagi kita sebagai gereja di GPM. Secara hewani sudah dipastikan memenuhi standar kesehatan maupun standar dogma Islam,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan penyaluran hewan kurban telah menjadi agenda rutin dan sikap resmi gereja yang diputuskan setiap tahun dalam Sidang MPL GPM.
“Setiap tahun pasti dilakukan, karena ini menjadi sikap gereja. Dalam setiap sidang MPL GPM di akhir tahun, agenda ini diputuskan sekaligus dipersiapkan anggarannya, lalu dikerjakan oleh panitia perayaan hari-hari besar gerejawi GPM,” tandasnya. (das)











Komentar