oleh

Watubun Himbau Warga Tual dan Malra tak Terpancing Isu Provokatif

-Parlemen-593 views

AMBON,MARINYO.COM– Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun (BGW) menghimbau masyarakat
Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) untuk tidak terpancing dengan berbagai isu yang sengaja disebarkan pihak yang tidak bertanggungjawab.

Himbauan Watubun ini menyusul adanya bentrok antar warga yang terjadi antara pemuda Banda Eli dan Yarler pada Selasa (31/1/2023).

“Kita minta warga Kota Tual untuk tidak mudah terprovokasi, karena situasi seperti ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, untuk mulai melancarkan aksi dengan membangkitkan emosi dengan isu-isu yang tidak bermartabat,” jelas Watubun yang dihubungi via telephon selulernya Kamis (2/2/2023).

Lebih lanjut ditegaskan, terkait oknum yang dengan sengaja memprovokasi keadaan, pihaknya meminta Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latief bersama jajaran agar dapat menangkap, dan memproses para provokator juga para pelaku yang memicu sehingga terjadi konflik antar warga, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.

“Mari kita kembali kepada pesan orang tua dan leluhur kita, tentang persaudaraan dan kerukunan yang sejati dalam falsafah orang Kei Ain ni Ain. Ini yang harus kita pegang teguh dan menjadi sandaran bagi masyarakat kei dimana saja berada dan khususnya yang berada di kota Tual.

Itu yang menjadi pengikat kita, saya berharap bahwa kita menjaga harkat dan martabat kehidupan sosial dan saling mendukung di antara kita semua untuk pembangunan di kota tual yang jauh lebih baik,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Dikatakan, sebagai Ketua DPRD, dirinya akan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan Forkopimda, Kapolda dan jajarannya untuk dapat diambil langkah-langkah antisipatif.

“Kami berterima kasih kepada Kapolda, juga pangdam yang sudah mengirimkan pasukan dan aparat ke daerah daerah untuk mencegah konflik ini agar tidak meluas,” tandas dia, sembari meminta seluruh pihak untuk proaktif mengagungkan narasi damai agar nantinya konflik tidak berkepanjangan.

Pengalaman dalam konflik, kata dia,  tidak ada yang diuntungkan, masyarakat yang menjadi korban, provokator yang diuntungkan.

Oleh sebab itu mari bersatu, hindari apa yang sudah terjadi karena provokasi itu hanya sesaat dan merusak seluruh tatanan kehidupan masyarakat adat di tanah Kei.

“Jangan Nodai Ain ni Ain, Tual kota Toleransi Jangan terprovokasi.
Situasi sudah sepertu ini jangan kita saling menyalahkan lagi. Mari kita menahan diri dan memberi pesan pesan damai kepada semua kita, keluarga dan saudara saudara kita yang bertikai,” ujar Watubun. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed