AMBON, MARINYO.COM–Gempa bumi berkekuatan 7,5 SR yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD) pada Selasa (10/1/2023), maka Gubernur Maluku, Murad Ismail memerintahkan untuk dilakukan tanggap darurat.
Atas perintah gubernur ini, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dalam hal ini OPD terkait menggelar rapat tanggap darurat yang dipimpin oleh Asisten II Setda Maluku Meikyal Pontoh.
Pontoh dalam keterangannya mengatakan, rapat darurat yang dilaksanakan ini sesuai dengan instruksi Gubernur Maluku, setelah mendengar bencana yang terjadi pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
“Berdasarkan informasi dari Kepala BPBD Provinsi Maluku ada dua kabupaten yang sangat terdampak akibat gempa subuh tadi, yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, dan mungkin nanti akan ada penambahan lagi,” jelas Pontoh.
Lebih lanjut kata Pontoh, dalam rapat awal ini, sistem penanganan tanggap darurat ini akan sangat terkoordinir apabila melalui satu pintu.
“BPBD akan mengkoordinir dalam bentuk laporan data dan informasi, dan secara terknis BPBD telah mengatur dan menetapkan strategi apa yang ditetapkan agar masyarakat segera mendapatkan penanganan sampai pada tahap rehabilitasi dan rekonsiliasi, karena sudah terdampak pada kerusakan baik fasilitas umum dan perumahan,” jelas dia.
Di tempat yang sama Kepala BPBD Maluku Ismail Usemahu, mengatakan data akan terus diupdate sampai beberapa hari kedepan, sehingga bisa mendapatkan data real korban dampak dari gempa bumi ini.
Untuk hari ini saja kata Usemahu, akan disalurkan bantuan sebanyak 4 ton beras ke KKT dan MBD. Dimana, masing-masing kabupaten mendapatkan 2 ton beras.
“Untuk KKT, kami akan berkoordinasi dengan Bulog yang ada di sana agar bisa disalurkan kepada BPBD KKT yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana. Sementara untuk MBD dikarenakan tidak ada Gudang Bulog di sana, maka bantuan akan dikirim secepatnya dengan Kapal Sabuk Nusantara 71 pukul 16.00 WIT,” ujar Usemahu, sembari menambahkan selain bantuan beras akan juga diserahkan bantuan logistik berupa tikar, selimut, tenda gulung, family kit, kid ware dan obat-obatan.
“Saya berharap teman-teman di Kabupaten/Kota bisa secepatnya turun ke kecamatan dan desa-desa terdampak bencana dan secepatnya bisa melaporkan ke BPBD, agar bisa mendapatkan data keseluruhan. Saat ini juga kita akan menyiapkan Surat Pernyataan Telah Terjadi Bencana, SK Penetapan Status Tanggap Darurat, dan SK Penanganan Darurat Bencana, yang mana administrasi ini sangat mendukung dalam Penanganan Kedaruratan Bencana,” harapnya. (***)











Komentar